Cart btn

Baca Buku Online di Perpustakaan Online Pilihan Tepat?

Baca buku online secara gratis di perpustaan online memang sebuah pilihan yang seolah-olah pilihan tepat. Membaca buku, jurnal, majalah atau lainnya di perpustakaan online tidak seperti di perpustakaan konvensional. Cukup membaca atau melakukan download. Enak sekali bukan? Buku setebal 300 halaman hanya dihargai koneksi internet 5.000 di warnet.

Kalau bukan tepat bagi Anda dalam membaca buku, majalah atau lainnya di perpustakaan online, bisa jadi tidak tepat bagi penyedia layanan perpustakaan online. Sekarang kita pertanyakan, buku, majalah dan artikel siapa yang ada di dalam situs perpustakaan online?

Memang saya belum merasakan membaca buku di perpustakana online. Namun, saya melihat kondisi yang terkesan kurang tepat dalam membaca di perpustakaan online. Kenapa? Kita berbicara keuangan dan kepraktisan.

Sekarang, untuk mendapatkan buku yang akan dipasang di perpustakaan online darimana? Nah, dari sini sudah terlihat bahwa ada biaya pendaftaran ketika ingin menjadi anggota. Kalau perpustakaan online milik pemerintah, bisa saja gratis. Namun bagaimana bila milik swasta?

Sekali lagi apakah memanfaatkan perpustakaan online untuk menunjang kepentingan membaca sudah dianggap tepat? Pertanyaan ditunjukkan untuk diri kita sebelum mendaftar ke perpustakaan online.

Berikut 3 daftar kenapa kurang tepat bila kita memanfaatkan perpustakaan online untuk membaca buku atau lainnya.

1.    Membaca secara online atau download berkaitan dengan biaya koneksi internet

Bila membaca buku online, kira-kira akan mengurangi quota internet tidak? Sedangkan membaca buku secara online. Anda mau meng-klik berapa kali untuk mencari informasi? Kalau mau mendownload, mau berapa buku yang akan Anda download?

Sedangkan di perpustakaan konvensional, hasil pengalaman saya, tidak terlalu sulit dalam mencari buku, koran, atau jurnal. Memang lama karena harus mencari buku yang tepat. Dan kalau masalah ketepatan dalam mencari buku atau artikel, secara online pun sama persis bisa lama.

2.    Perpustakaan berkaitan dengan buku, majalah dan lainnya yang sifatnya tulisan.

Selama 5 tahun lebih menulis artikel di internet, saya mengerti bahwa adanya tulisan yang ter-publish karena ada penulis yang mempublish artikelnya. Kalau sekedar membaca artikel, banyak situs terpercaya yang menyediakan artikel terpercaya.

Yang menjadi masalah, buku dan majalah online bersumber darimana? Untuk mencetak menjadi buku digital yang bisa terbaca secara online atau didownload, membutuhkan file digtal juga. Lalu file digital darimana?

Nah, Anda sudah membayangkan bahwa ada pihak ketiga yang menyuplai bahan-bahan tulisan yang diperlukan di dalam perpustakaan online. Apakah gratis? Ada dua kemungkinan. Bila gratis maka buku, majalah dan jurnal online yang disuplai adalah yang sudah basi, atau tidak laku. Bila berbayar, maka tentu buku yang baru yang sengaja untuk dijual lewat jalur sistem membership perpustakaan online.

Yang jadi masalah adalah ketika pihak perpustakaan mendapatkan buku, majalah atau lainnya lewat jalur berbayar, alias bekerjasama dengan pihak ketiga. Kenapa bermasalah? Karena Anda akan dikenai biaya keanggotaan yang cukup mahal.

Kenapa bisa mahal untuk menjadi anggota perpustakaan online? Misal buku bisa di download, maka Anda akan mendownload sepuasnya buku-buku yang diperlukan. Menghemat biaya. Namun, siapa yang rugi bila menggunakan sistem download? Tidak mungkin pihak perpustakaan dengan sukarela membuat rugi perpustakaan yang didirikannya. Anda lah yang membayar mahal.

3.    Perpustakaan online yang gratis tentu kualitas buku atau lainnya juga murahan

Layanan perpustakaan konvensional milik lembaga pendidikan atau pemerintah biasanya gratis. Kualitas buku pun beragam. Bisa meminjam namun dengan persyaratan. Salah satu syaratnya adalah buku yang dipinjam harus dikembalikan lagi. Kalau tidak dikembalikan tentu tidak gratis bahkan dikenai denda juga. Hanya meminjam 1 buku yang tidak dikembalikan, bisa menanggung biaya sampai ratusan ribu lebih bila bertahun-tahun tidak dikembalikan. Inilah perpustakaan konvensional.

Bagaimana perpustakaan online? Tidak ada istilah “buku yan dipinjam harus dikembalikan lagi”. Yang ada adalah buku yang sudah di download, ya sudah tidak akan kembali meminjam lagi. Tentu pihak pengelola perpustakaan tidak mau rugi sehingga buku yang diberikan secara gratis maka sudah pasti murahan.

Bagaimana bila buku, majalah, dan lainnya dianggap berkualitas bagus? Maka pihak anggota perpustakaan yang menanggung biayanya. Kalau tidak berbayar, perpustakaan buku online bisa bangkrut.

***

Itulah beberapa penilaian saya kenapa membaca buku online, majalah online atau lainnya lewat perpustakaan online dianggap tidak tepat dalam mencari informasi untuk kepentingan tugas, dan lainnya.

Tag Line

Gunakan Jasa Tukangtokoonline.web.id untuk setting toko online dengan Blogspot Anda